Pertama kali saya kenal dengan Linux adalah ketika saya mencoba distro Knoppix. Beberapa kali saya mencoba download versi yang terbaru, bahkan versi yang khusus untuk bahasa Perancis dan Jepang, tapi akhirnya saya tidak puas karena persoalan disk mounting. Entah harddisk atau flashdisk kalau di mount memang bisa, tapi hasilnya selalu terproteksi, alias tidak bisa kita gunakan untuk menyimpan file. Akhirnya saya beralih ke Puppy, setelah membaca review yang mengatakan bahwa distro ini ukurannya hanya di bawah 100 Mega, gesit, dan sudah bisa melakukan hampir semua fungsi standard pada sebuah sistem operasi.
Pilihan saya itu belum berubah sampai hari ini. Apalagi ketika musim Conflicker kemarin, di mana saya banyak diminta menghapuskan virus atau memperbaiki laptop; saya banyak menggunakan Puppy untuk menghapus folder Recycler itu (aneh, sampai hari ini banyak pembahasan tentang virus Conflicker tidak menyertakan cara menghapus folder sialan itu dari Windows). Yang saya lakukan ya menggunakan Puppy sebagai live CD, mount harddisk, lalu tinggal pointing ke folder itu, dan hapus. Sejauh ini yang saya tahu menghapus folder itu hanya bisa melalui Linux. Merepotkan memang. Makanya saya butuh info untuk menghapusnya langsung dari Windows, tapi hingga saat ini saya belum menemukan tulisan tentang itu.
Bahkan ketika tabloid PC-MILD yang terakhir menyajikan ulasan tentang Linux dengan saran beberapa distro, saya tidak pindah dari Puppy. Terus terang, ini bukan berarti sebuah kesetiaan buta. Barangkali memang ada distro lain yang lebih baik, tapi sejauh ini kebutuhan saya amat sangat tercukupi dengan Puppy. PC-MILD mengatakan bahwa untuk pemula, lebih baik menggunakan Ubuntu. Untuk keluarga adalah Qimo. Lalu untuk sehari-hari pilihannya adalah antara Fedora dan Debian. Sementara untuk bisnis, yang dipilihkan adalah Open Suse. Kecuali Qimo, keempat distro itu sudah saya coba semua, tapi tidak ada yang bertahan. Poin pentingnya adalah: ternyata keempatnya itu tidak bisa selalu jalan di komputer yang berbeda. Demikian pula dengan Sidux yang diklaim oleh majalah CHIP sebagai distro yang tercepat di dunia. Baru minggu kemarin saya mencobanya, dan ternyata tidak bisa jalan di semua komputer. Saya ya balik lagi ke Puppy. Tapi ternyata Puppy yang terakhir ketika saya menuliskan ini (versi 4.2.1) berjalan dengan agak aneh, malah tampilan desktop-nya tidak sesuai seperti yang ditampilkan di website resminya.
Sayangnya, Puppy tidak bisa dijalankan di lingkungan virtual sehingga saya tidak bisa menampilkan screen shot-nya. Yang jelas, yang saya dapati adalah desktop hanya berwarna gelap, di tengah atas ada menu-menu tapi ketika di klik tidak menghasilkan apapun. Lalu di kiri dan kanan desktop ada yang muncul ketika mouse kita dekatkan ke sana; nampaknya untuk menambahkan menu atau apa, tapi ketika di klik, tidak ada apa-apa yang terjadi. Demikian pula di tombol kiri pojok bawah itu. Hanya ada tiga menu yang keluar. Saya lupa persisnya, tapi bahkan ketika saya mengklik untuk mematikan / reboot komputer, tidak ada reaksi apapun yang muncul. Pendek kata, pada Puppy Linux versi 4.2.1 tidak ada ikon atau apapun yang bisa diklik yang bisa memunculkan sesuatu. Saya pikir, apakah yang saya download itu cacat ? Saya mencoba men-download ulang via Distrowatch, tapi hasilnya ya sama saja.
Versi yang ok dan stabil yang terakhir saya dapatkan adalah versi 4.0. Tapi antara versi 4.0 dan 4.2.1 ada beberapa versi lagi. Di antaranya adalah versi 4.1. Versi 4.1 ini bisa jalan dengan baik, hanya satu hal; saya menemukan masalah dengan koneksi network / Internet. Koneksi ke network sudah bisa, tapi ketika dicoba browsing dengan SeaMonkey, situs apapun tidak ada yang bisa muncul. Icon koneksi di pojok kanan bawah itu sudah kedap kedip, tapi browsing masih belum bisa.
Saya tidak mau buang waktu untuk mencoba versi-versi lain di antara 4.0 dan 4.2.1. Saya pikir versi 4.0 sudah ok dan memenuhi semua kebutuhan saya; ngetik dokumen, browsing, mounting disk, … Jadi, kalau saya diminta memberikan saran, saya jelas akan menyarankan untuk menggunakan yang versi 4.0 saja.
BTW, kalau dipikir-pikir Puppy memang ringkas dan cepat, tapi nampaknya aplikasinya terlalu mendasar. Saya berharap minimal ada Open Office, tapi setiap ada versi baru, tetap saja dipertahankan Abiword itu. Saya coba cari-cari, ternyata ada distro lain yang dikembangkan berdasarkan Puppy dengan janji bahwa di dalamnya ada lebih banyak aplikasi. Namanya adalah TeenPup; sebuah distro yang tadinya dirancang untuk anak-anak remaja, tapi lalu berkembang menjadi untuk general purpose. Sialnya, di dalamnya belum ada Open Office, tetap saja digunakan Abiword, dan beberapa software office alternatif lain. Saya sedang download itu. Kalau sudah selesai dan saya coba, akan saya tuliskan review-nya di sini.