Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Amatir Radio’ Category

Saya tadinya tidak berniat menuliskan ini. Sebelumnya sudah saya tuliskan tentang ujian ini, tapi baru ujian tahap pertama, yaitu ujian tulis. Seminggu sesudah itu adalah ujian tahap kedua, yaitu tentang kecakapan mengirim dan menerima Morse. Ya, masih sama dengan tahap pertama, ujian tahap kedua ini sama sekali tidak ketat. Malah ada yang aneh.
Keanehan itu bisa saya tuliskan secara sinis begini, “Percuma saja belajar Morse di Orari untuk naik tingkat, toh sama sekali tidak belajar pun kita pasti akan lulus”. Kenapa Saya mengatakan ini ? Soalnya ketika saya dan teman-teman lain sedang menerima morse dari panitia ujian, dari tangan ke tangan sedang beredar jawabannya, dan itu bukan jawaban yang ditulis di kertas biasa, tapi di kertas yang sama yang dipakai panitia untuk mengirimkan kode morse itu. Memang morsenya dikirimkan pake komputer, tapi dilihat dari print-out-nya tampak jelas bahwa nampaknya memang panitianya sendiri yang membocorkannya. Gila.
Bukannya sombong, Saya sudah hapal Morse sejak ikut pramuka dulu di SMP. Meski begitu saya merasa harus belajar lagi malam sebelum ujian itu. Dan akhirnya saya malah menyimpulkan, percuma saja sudah belajar!
Ada lagi yang bikin saya kesal. Ketika datang ke acara ulang tahun lokal Orari saya, Bojonagara, saya diberitahu bahwa kita harus menyerahkan tambahan uang 100 ribu lagi ke panitia ujian di Dinas Perhubungan sebagai uang jaminan lulus. Duh, ini pasti tidak resmi. Saya tahu tidak akan ada seorang pun yang protes. Karena mungkin di Orari sudah tidak ada idealisme lagi. Dan Saya tahu, Saya pasti akan tenggelam atau kena sanksi psikologis kalau saya menyuarakan ini. Barangkali mungkin tidak secara sosial, tidak di frekuensi, tidak pula di milis. Saya suarakan di blog ini saja.
Tapi intinya adalah, jangan ragu dan takut masuk Orari. Kita pasti bisa lulus 🙂

Read Full Post »